Dilihat 0 Kali

04_929_DSC098771.jpg

Sabtu, 07 Februari 2026 15:01:00 WIB

FITK UIN Sunan Kalijaga Hadiri Seminar Nasional di UIN Sunan Ampel, Sekjen Kemenag Tegaskan Peran Strategis Guru Madrasah

Surabaya — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta turut menghadiri seminar nasional bertajuk “Peningkatan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Madrasah” yang diselenggarakan di UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., sebagai pembicara utama.

Seminar yang berlangsung di Ruang Amphiteater Gedung Twin Towers Kampus A. Yani UINSA tersebut diikuti oleh para guru madrasah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur serta pimpinan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri. Kehadiran FITK UIN Sunan Kalijaga menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat sinergi nasional di bidang pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas guru madrasah.

Sekjen Kemenag hadir didampingi Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., beserta jajaran pimpinan universitas. Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan pembacaan Deklarasi Surabaya untuk Guru Indonesia oleh sembilan perwakilan pemangku kepentingan pendidikan, yang mencerminkan komitmen bersama dalam penguatan tata kelola dan kesejahteraan guru.

Dalam paparannya, Prof. Kamaruddin Amin menegaskan bahwa guru merupakan ekosistem paling penting dalam mata rantai pendidikan. Menurutnya, mutu pendidikan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas guru yang dimilikinya. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Agama terus berupaya menghadirkan kebijakan dan langkah-langkah strategis yang berpihak pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru madrasah.

Lebih lanjut, Sekjen Kemenag membagikan hasil pengamatannya terhadap praktik pendidikan di sejumlah negara maju. Di Finlandia, kualitas pendidikan yang tinggi ditopang oleh seleksi ketat terhadap profesi guru, sehingga hanya talenta terbaik yang dapat mengajar. Sementara di Inggris, pembelajaran berorientasi pada peserta didik dengan pendekatan tematik yang kontekstual dan inovatif.

Prof. Kamaruddin Amin juga menyoroti praktik pendidikan di Jepang yang menempatkan pendidikan moral sebagai fondasi utama pembentukan karakter peserta didik. Pendidikan moral tersebut, menurutnya, menanamkan nilai cinta terhadap diri sendiri, sesama, dan lingkungan, yang berdampak signifikan pada pembentukan kepribadian anak.

Menutup pemaparannya, Prof. Kamaruddin Amin mengajak perguruan tinggi, termasuk fakultas-fakultas tarbiyah dan keguruan, untuk terus memperkuat peran strategisnya sebagai mitra pemerintah. Kampus diharapkan mampu berkontribusi aktif dalam transformasi peran agama, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam penguatan ekonomi umat, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kualitas kehidupan sosial masyarakat.

Kehadiran FITK UIN Sunan Kalijaga dalam forum ini menegaskan komitmen fakultas untuk terus berpartisipasi dalam dialog nasional, memperluas jejaring kelembagaan, serta mendukung penguatan kebijakan dan praktik pendidikan madrasah yang berkelanjutan. (Humas FITK)