Dilihat 0 Kali

04_640_reduced_image2.jpg

Minggu, 05 April 2026 10:33:00 WIB

Perkuat Pendidikan RA, Prodi PIAUD UIN Sunan Kalijaga dan IGRA DIY Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Sunan Kalijaga bekerja sama dengan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Penyusunan Perangkat Ajar untuk RA yang berlangsung pada Jumat–Sabtu, 3–4 April 2026. Kegiatan yang digelar di Convention Hall Lt.1 UIN Sunan Kalijaga ini diikuti oleh sekitar 400 guru Raudhatul Athfal (RA) dari seluruh wilayah D.I. Yogyakarta sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini yang holistik, berkarakter, dan profesional.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama D.I.Y., Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M. Hum, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru RA agar mampu merespons dinamika kebijakan pendidikan sekaligus kebutuhan perkembangan anak di era saat ini. Ia juga mengapresiasi sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi guru dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang aplikatif dan berdampak langsung bagi praktik pendidikan di lapangan, khususnya dalam memperkuat profesionalitas guru RA di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd, selaku keynote speaker dalam kegiatan ini menekankan bahwa kurikulum berbasis cinta tidak boleh berhenti pada tataran administratif atau sekadar dokumen formal. Menurutnya, nilai-nilai cinta harus menjadi ruh yang menjiwai setiap aktivitas pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. “Kurikulum berbasis cinta harus hidup dalam interaksi guru dan anak, tercermin dalam pendekatan yang humanis, serta menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna,” tegasnya.

Workshop ini menjadi langkah strategis dalam menunjang profesionalitas guru RA di Provinsi DIY, tidak hanya dari aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dalam membangun sikap reflektif, inovatif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

Pada hari pertama, para guru RA mendapatkan penguatan kebijakan dan landasan konseptual. Ketua Prodi PIAUD UIN Sunan Kalijaga, Dr. Rohinah, M.Pd., memaparkan poin penting KMA 1503 Tahun 2025 untuk RA, khususnya terkait penyelarasan kurikulum dengan tahap perkembangan anak, integrasi nilai keislaman, serta penguatan karakter melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual. Materi ini memberikan arah yang jelas bagi guru dalam memahami kebijakan sekaligus mengimplementasikannya secara tepat di satuan pendidikan.

Selanjutnya, Handayani Suminar Indrati, M.Pd., menyampaikan konsep dan filosofi deep learning serta penguatan nilai panca cinta yang meliputi cinta kepada Tuhan, sesama, lingkungan, diri sendiri, dan ilmu pengetahuan. Ia menekankan bahwa pembelajaran yang bermakna harus melibatkan aspek kognitif, emosional, dan spiritual secara seimbang. Pemahaman ini menjadi landasan penting dalam membangun profesionalitas guru RA yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pembentukan karakter anak.

Pada hari kedua, kegiatan berfokus pada praktik implementatif yang dipandu oleh Lina Mariana, M.A. Para guru dilatih mendesain kurikulum berbasis panca cinta, menyusun perangkat ajar, serta merancang asesmen yang autentik dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik penyusunan perangkat ajar secara berkelompok, presentasi hasil kerja, serta refleksi bersama.

Melalui kegiatan ini, para guru didorong untuk terus mengembangkan kompetensi diri secara berkelanjutan, mampu beradaptasi dengan perubahan kebijakan pendidikan, serta lebih peka terhadap kebutuhan perkembangan anak usia dini yang beragam dan dinamis. Dengan demikian, diharapkan para guru RA mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, bermakna, serta berdampak positif bagi tumbuh kembang anak usia dini di masa depan.