Yogyakarta, 30 Maret – 2 April 2026 — UIN Sunan Kalijaga memperkuat langkah internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pengembangan kelas International Undergraduate Program (IUP) dengan menghadirkan akademisi global, Andreas Nehring dari Leibniz Universität Hannover. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari di Yogyakarta dan menjadi bagian dari upaya strategis menuju kampus berkelas dunia.
Kehadiran Prof. Nehring merupakan bagian dari program penguatan kualitas pembelajaran berbasis internasional, khususnya dalam bidang pendidikan kimia. Selama kegiatan, ia terlibat dalam perkuliahan, diskusi akademik, serta pertemuan strategis bersama pimpinan universitas dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).
Secara kontekstual, program IUP di UIN Sunan Kalijaga dirancang untuk meningkatkan daya saing lulusan melalui kurikulum berstandar internasional, penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, serta integrasi kolaborasi global dalam proses pembelajaran. Kehadiran akademisi internasional menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Dalam pertemuan resmi, berbagai peluang kerja sama dibahas, termasuk pengembangan riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran mutakhir seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan realitas virtual (virtual reality). Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.
Prof. Nehring menekankan bahwa kolaborasi lintas negara membuka akses terhadap berbagai skema pendanaan internasional dan memperkaya pengalaman akademik sivitas perguruan tinggi.
“Kerja sama ini tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga memberikan peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam ekosistem riset global,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan keterampilan abad ke-21 dalam pendidikan tinggi.
“Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah harus menjadi fokus utama dalam proses pembelajaran agar lulusan mampu beradaptasi dengan tantangan global,” tambahnya.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi, menyambut positif kerja sama ini sebagai bagian dari strategi institusi dalam meningkatkan reputasi global. Ia menyampaikan bahwa capaian internasional yang telah diraih menjadi landasan untuk pengembangan lebih lanjut.
“Kami akan terus berbenah agar seluruh disiplin ilmu mampu bersaing di tingkat global dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat manusia,” tegasnya.
Sebagai informasi, UIN Sunan Kalijaga telah mencatatkan prestasi global, di antaranya peringkat 37 dunia versi QS World University Rankings by Subject serta posisi ke-7 dunia versi Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026 di bidang Religious Studies. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam visibilitas dan reputasi akademik internasional.
Kegiatan ini memberikan dampak langsung terhadap penguatan kualitas pembelajaran, peningkatan kapasitas dosen, serta perluasan peluang mobilitas akademik bagi mahasiswa. Selain itu, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang universitas dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan global.
Sebagai tindak lanjut, kedua institusi berencana mengembangkan program kerja sama yang lebih konkret, termasuk penyusunan agenda riset bersama, pertukaran akademik berkelanjutan, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran lintas negara.