Dilihat 0 Kali

04_256_KAICIE_2026_1MB.jpg

Minggu, 11 Oktober 2026 09:57:00 WIB

KAICIE 2026 UIN Sunan Kalijaga Soroti Masa Depan Pendidikan Islam di Tengah Disrupsi Teknologi dan Tantangan Global

Yogyakarta, 7 Oktober 2026 — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) menyelenggarakan Kalijaga International Conference on Islamic Education (KAICIE) 2026 pada 7–8 Oktober 2026 di Hotel Grand Rohan Yogyakarta. Mengusung tema “Envisioning Islamic Education for a Sustainable Future: Bridging Faith, Technology, and Global Challenges”, konferensi ini menjadi wujud kontribusi FITK dalam mendorong pengembangan pendidikan Islam yang responsif terhadap kemajuan teknologi, dinamika global, dan prinsip keberlanjutan.

KAICIE 2026 menghadirkan ruang dialog akademik yang mempertemukan pemikiran para akademisi nasional dan internasional untuk merumuskan arah pendidikan Islam di masa depan. Kegiatan ini diikuti sekitar 250 peserta, terdiri atas 100 peserta luring dan 150 peserta daring. Sebanyak 74 makalah yang memenuhi standar publikasi Scopus turut dipresentasikan, dengan 20 artikel terbaik direncanakan untuk dipilih sebagai best papers yang diproyeksikan menuju publikasi terindeks Scopus.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, dalam sambutan sekaligus keynote speech, menekankan pentingnya pendidikan Islam dalam merespons perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan transformasi digital. Menurutnya, pendidikan perlu membekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan etis, sehingga pemanfaatan teknologi tetap berorientasi pada penguatan nilai kemanusiaan. (humasfitk)

Pesan tersebut sejalan dengan peran FITK sebagai fakultas yang mengembangkan keilmuan dan menyiapkan calon pendidik. Melalui KAICIE 2026, FITK mendorong penguatan pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan kepedulian terhadap persoalan sosial serta lingkungan.

Forum ini menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Assoc. Prof. Melanie C. Brooks dari Edith Cowan University, Australia, yang mengulas kepemimpinan sekolah Islam berbasis nilai amanah, keadilan, musyawarah, dan kasih sayang. Prof. Dr. H. Sutrisno dari UIN Sunan Kalijaga memaparkan pentingnya pembaruan pendidikan Islam melalui penguatan pemikiran kritis, pengembangan ilmu pengetahuan, dan keberlanjutan. Sementara itu, Sheikh A.M. Mabruk Al-Husaini dari Al-Azhar University, Mesir, menyoroti integrasi iman, teknologi, dan etika dalam menjawab tantangan generasi digital. Diskusi juga melibatkan Prof. Ahmad Omar Chapakia dari Fatoni University, Thailand.

Selain memperluas pertukaran gagasan ilmiah, KAICIE 2026 menjadi langkah FITK dalam memperkuat jejaring akademik internasional di bidang pendidikan Islam, termasuk melalui inisiasi jaringan dosen Pendidikan Agama Islam tingkat ASEAN. Sejumlah rekomendasi yang mengemuka meliputi pengembangan riset kolaboratif lintas disiplin, penguatan etika digital dan pendidikan lingkungan dalam kurikulum, serta inovasi teknologi pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Melalui penyelenggaraan KAICIE 2026, FITK UIN Sunan Kalijaga mempertegas komitmennya sebagai ruang pengembangan gagasan, kolaborasi, dan inovasi pendidikan Islam. Upaya ini diharapkan berkontribusi pada lahirnya generasi yang beriman, kritis, kreatif, beretika, serta mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan pijakan nilai keislaman.