Yogyakarta – Program Studi Magister Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Nasional dan Temu Alumni bertajuk “Transformasi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Menuju Generasi Emas 2045: Kolaborasi Akademisi, Kebijakan Publik, dan Perlindungan Anak” pada Jumat (25/9/2026). Bertempat di Gedung Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan anak dalam menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.
Kegiatan ini dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd., bersama dosen, alumni, dan mahasiswa PIAUD UIN Sunan Kalijaga. Kehadiran Dekan FITK menjadi bagian dari dukungan kelembagaan terhadap penyelenggaraan kegiatan akademik Magister PIAUD, khususnya dalam memperkuat diskursus mengenai transformasi pendidikan Islam anak usia dini.
Seminar menghadirkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., Prof. Dr. H. Suyadi, S.Ag., M.A., Dr. Luluk Elyana, S.Pd.I., M.Si., serta Ketua Umum PPIAUD Indonesia Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd.I.
Dalam paparannya, Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi menekankan pentingnya peran perguruan tinggi berbasis keagamaan dalam mengembangkan kajian dan penelitian mengenai parenting Islami. Berbagai persoalan pengasuhan yang dihadapi keluarga saat ini perlu direspons melalui pengembangan keilmuan yang dapat diterapkan secara nyata, antara lain melalui penyusunan modul parenting Islami, kurikulum terintegrasi, serta model PAUD Islam yang holistik.
Arifatul juga menyoroti sejumlah faktor yang memengaruhi kehidupan dan perlindungan anak, mulai dari kondisi ekonomi hingga pola pengasuhan dalam keluarga. Perkembangan media sosial turut membawa perubahan terhadap cara orang tua mengasuh anak. Karena itu, ia menekankan pentingnya penerapan pola asuh yang sehat agar anak memperoleh lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya sekaligus bekal ilmu dan amal yang bermanfaat.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan, menyampaikan bahwa pendidikan yang baik sejak usia dini memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi Indonesia pada masa mendatang. Menurutnya, tema seminar ini relevan karena Indonesia terus berpacu dengan waktu untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045. Pendidikan anak usia dini menjadi salah satu fondasi yang perlu diperkuat sejak sekarang.
Perspektif mengenai pengasuhan turut disampaikan Suyadi. Ia mengingatkan bahwa orang tua dapat tanpa sadar mewariskan “luka” dari pengalaman masa lalu kepada anak. Karena itu, orang tua perlu membangun pola pengasuhan yang lebih reflektif dan memahami bahwa keputusan yang dianggap terbaik oleh orang tua belum tentu diterima dengan cara yang sama oleh anak. Perubahan zaman juga menuntut cara mendidik yang adaptif karena anak masa kini tumbuh dalam konteks yang berbeda dari generasi orang tuanya.
Sementara itu, Luluk Elyana menekankan pentingnya inovasi dan growth mindset bagi para pendidik. Ia juga membahas tiga elemen capaian pembelajaran anak usia dini yang perlu diimplementasikan dalam satu payung kurikulum holistik-integratif. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendukung perkembangan anak secara utuh sekaligus mewujudkan semangat “Generasi Emas, bukan Generasi Cemas.”
Ketua Umum PPIAUD Indonesia, Maulidya Ulfah, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan investasi masa depan. Karena itu, PIAUD perlu terus bertransformasi dalam merespons tantangan zaman, pergeseran paradigma pendidikan, dan orientasi masa depan. Transformasi tersebut diperlukan agar pendidikan anak usia dini tetap relevan dengan kebutuhan perkembangan anak dan perubahan masyarakat.
Melalui Seminar Nasional dan Temu Alumni ini, Magister PIAUD UIN Sunan Kalijaga mempertemukan perspektif akademisi, pemangku kebijakan, pendidik, mahasiswa, dan alumni dalam membahas masa depan pendidikan Islam anak usia dini. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran FITK UIN Sunan Kalijaga melalui Magister PIAUD dalam mengembangkan kajian pendidikan anak usia dini serta membangun kolaborasi untuk mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
[Humas FITK]