Yogyakarta, 18 Agustus 2026 — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali mencatatkan capaian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Untuk pertama kalinya, FITK UIN Sunan Kalijaga meluluskan doktor dari Program Doktor (S3) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Capaian tersebut diraih oleh Rita Sari, M.Pd., melalui sidang promosi doktor yang dilaksanakan pada 18 Agustus 2026. Rita Sari berhasil menyelesaikan studi doktoralnya dengan predikat cumlaude, sekaligus menjadi doktor pertama Program S3 PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga dan doktor pertama Program S3 PGMI di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.
Pencapaian tersebut menjadi semakin istimewa karena Rita Sari tidak hanya mencatatkan diri sebagai lulusan doktor pertama Program S3 PGMI, tetapi juga menyelesaikan pendidikan doktor dengan prestasi akademik cumlaude. Capaian ini mencerminkan kualitas akademik dan komitmen dalam menempuh proses pendidikan doktoral sekaligus menghasilkan penelitian yang relevan dengan pengembangan pendidikan madrasah.
Dalam sidang promosi tersebut, Rita Sari mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran IPA dengan Seuramoе Saentia Bermuatan Budaya Aceh untuk Mengoptimalkan Literasi Sains Siswa Kelas V MI.” Penelitian ini mengembangkan model pembelajaran IPA yang mengintegrasikan konsep sains dengan kekayaan budaya lokal Aceh sebagai upaya mengoptimalkan literasi sains siswa kelas V madrasah ibtidaiyah.
Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran IPA diarahkan agar lebih kontekstual dengan kehidupan peserta didik dan lingkungan sosial-budayanya. Integrasi budaya lokal tidak hanya menjadi konteks pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.
Sidang Promosi Libatkan Akademisi Internal dan Eksternal
Sidang promosi doktor Rita Sari dipimpin oleh Prof. Dr. H. Sri Sumarni, M.Pd. selaku ketua dan Dr. Sinta Sih Dewanti, S.Pd.Si., M.Pd.Si. sebagai sekretaris.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Maksudin, M.Ag. bertindak sebagai penguji sekaligus promotor. Proses pengujian juga melibatkan Prof. Dr. Ibrahim, S.Pd., M.Pd.; Dr. Winarti, S.Pd., M.Pd.Si.; Dr. Sigit Prasetyo, S.Pd.Si., M.Pd.Si.; serta Jamil Suprihatiningrum, S.Pd., M.Pd.Si., Ph.D.
Sidang tersebut turut menghadirkan Dr. Sudiati, M.Hum. dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai penguji eksternal. Kehadiran penguji eksternal dari perguruan tinggi lain memberikan perspektif akademik yang lebih luas sekaligus menjadi bagian dari proses pengujian dan penjaminan mutu akademik pada jenjang doktor.
Keterlibatan akademisi dari UIN Sunan Kalijaga dan UNY menunjukkan bahwa proses akademik dalam sidang promosi doktor tidak hanya berorientasi pada pencapaian kelulusan, tetapi juga pada pengujian kualitas substansi, metodologi, serta kontribusi keilmuan dari penelitian yang dihasilkan.
Doktor Pertama S3 PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga
Lahirnya doktor pertama dari Program S3 PGMI menjadi capaian penting dalam perjalanan pengembangan program doktor di FITK UIN Sunan Kalijaga. Sebagai fakultas yang memiliki fokus pada pengembangan pendidikan dan keguruan, capaian tersebut memperkuat peran FITK dalam menghasilkan sumber daya akademik yang memiliki kepakaran pada bidang pendidikan dasar dan madrasah.
Rita Sari menjadi doktor pertama yang diluluskan oleh Program S3 PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga. Pencapaian tersebut sekaligus menempatkannya sebagai doktor pertama dari Program S3 PGMI di lingkungan PTKIN se-Indonesia, dengan capaian akademik cumlaude.
Kehadiran lulusan doktor pertama ini diharapkan menjadi pijakan bagi semakin berkembangnya tradisi akademik dan riset pada Program S3 PGMI. Lebih dari itu, capaian tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak doktor yang mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan pendidikan guru madrasah ibtidaiyah.
Mengintegrasikan Sains dan Budaya Lokal
Disertasi yang dikembangkan Rita Sari menunjukkan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang tidak terlepas dari konteks sosial dan budaya peserta didik. Pengembangan model pembelajaran IPA dengan muatan budaya Aceh menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan lingkungan budaya tempat peserta didik tumbuh dan belajar.
Pendekatan tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan pembelajaran di madrasah ibtidaiyah yang tidak hanya menekankan penguasaan konsep, tetapi juga perlu mengembangkan kemampuan literasi sains peserta didik melalui pengalaman belajar yang kontekstual.
Penelitian ini sekaligus memperlihatkan kontribusi penelitian doktoral dalam menjawab persoalan pendidikan secara lebih spesifik. Pengembangan model pembelajaran berbasis budaya lokal dapat menjadi alternatif dalam menciptakan pembelajaran IPA yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik sekaligus menghargai kekayaan budaya daerah.
Memperkuat Tradisi Akademik FITK
Sidang promosi doktor Rita Sari menjadi momentum penting bagi FITK UIN Sunan Kalijaga dalam memperkuat tradisi akademik pada jenjang doktor. Kehadiran doktor pertama dari Program S3 PGMI, yang sekaligus meraih predikat cumlaude, menunjukkan perkembangan kapasitas akademik dan riset FITK dalam bidang pendidikan guru madrasah ibtidaiyah.
Melalui proses pendidikan doktor dan penelitian yang dihasilkan, FITK terus mendorong pengembangan keilmuan pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, memiliki landasan akademik yang kuat, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan di Indonesia.
Dengan diluluskannya Rita Sari sebagai doktor pertama Program S3 PGMI dengan predikat cumlaude, FITK UIN Sunan Kalijaga menorehkan capaian penting dalam perjalanan akademiknya. Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen FITK untuk terus memperkuat pendidikan doktor, mengembangkan riset inovatif, dan melahirkan akademisi yang berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Islam dan pendidikan dasar di Indonesia.
Arifah
Arifah