Yogyakarta – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta resmi menerima hibah Botanical Garden dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BPD DIY, Selasa (29/7). Peresmian taman edukatif tersebut menjadi langkah nyata FITK dalam memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis lingkungan melalui konsep Open Ecopedagogy Lab System, yakni laboratorium terbuka yang dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Hibah Botanical Garden merupakan hasil kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri dalam mendukung pengembangan kampus hijau yang berorientasi pada keberlanjutan. Lebih dari sekadar ruang terbuka hijau, taman ini dirancang sebagai wahana pembelajaran interdisipliner yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, pelestarian lingkungan, serta nilai-nilai keislaman.
Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Bank BPD DIY atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan fasilitas pendidikan di lingkungan fakultas.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank BPD DIY atas dukungan yang telah diberikan. Botanical Garden ini kami harapkan menjadi ruang belajar yang hidup, tidak hanya memperindah lingkungan kampus, tetapi juga menjadi sarana pendidikan lingkungan, penelitian, serta pembentukan karakter bagi mahasiswa. Kehadirannya merupakan bagian dari komitmen FITK dalam menyiapkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan," ujarnya.
Perancangan Botanical Garden melibatkan kolaborasi berbagai pihak. Konseptor taman, Mike Dewi K bersama Dr. Winarti, M.Pd., menjelaskan bahwa taman ini dikembangkan sebagai ruang belajar kontekstual yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman langsung melalui interaksi dengan alam.
Menurut Mike, keberadaan Botanical Garden memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari keanekaragaman hayati secara nyata, memahami dinamika ekosistem, sekaligus mengembangkan kepekaan terhadap isu-isu lingkungan melalui pendekatan pembelajaran yang kolaboratif dan interdisipliner.
Sementara itu, Kepala Eksekutor Pembangunan dari Bustan Sustainability, Syafni Sukmana, menjelaskan bahwa seluruh kawasan Botanical Garden dibangun dengan mengedepankan prinsip ekologis dan edukatif. Beragam fasilitas yang tersedia dirancang sebagai laboratorium hidup yang mendukung proses pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
Beberapa fasilitas unggulan yang tersedia antara lain Zona Botani Taksonomi yang menyajikan koleksi tumbuhan berdasarkan klasifikasi ilmiah sebagai media pembelajaran botani, QR Code yang terintegrasi dengan platform iNaturalist untuk mendukung kegiatan citizen science, Sarang Lebah Trigona beserta vegetasi pendukung sebagai media pembelajaran entomologi, serta Zona Pengelolaan Lingkungan yang mengedukasi sivitas akademika mengenai pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan.
Seluruh kawasan taman juga dilengkapi dengan signage yang mengangkat konsep Integrasi dan Interkoneksi Keilmuan, selaras dengan paradigma akademik UIN Sunan Kalijaga. Melalui konsep tersebut, Botanical Garden diharapkan menjadi ruang belajar yang menghubungkan sains, pendidikan, dan nilai-nilai keislaman dalam satu ekosistem pembelajaran yang utuh.
Hibah Botanical Garden dari Bank BPD DIY menjadi wujud sinergi multipihak dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Kehadirannya diharapkan tidak hanya memperkuat fasilitas akademik di lingkungan FITK, tetapi juga menjadi ikon pembelajaran berbasis lingkungan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta mempertegas komitmen UIN Sunan Kalijaga dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang berdampak bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan. (Humas FITK/AF)