Dilihat 0 Kali

04_988_ORIENTASI PPG DALJAB (Zoom Virtual Background) (3).png

Selasa, 26 Mei 2026 18:05:00 WIB

Soroti Kesejahteraan Guru dan Program Gizi Anak, Pengamat Bahas Tantangan Pendidikan di Kawasan Perbatasan

YOGYAKARTA — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga menggelar diskusi panel internasional bertajuk International Conference 2026 secara virtual pada Selasa, 26 Mei 2026. Panel ilmiah lintas negara ini secara khusus membedah tantangan manajemen pendidikan di wilayah perbatasan, pemenuhan gizi anak, serta urgensi menjaga kesejahteraan mental para guru sekolah dasar di kawasan regional.

Diskusi menghadirkan dua panelis utama, yaitu Assoc. Prof. Dr. Abdulaziz Kalupae dari Fatoni University Thailand dan Satria Abadi, Ph.D. dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia. Dr. Abdulaziz menguraikan keberhasilan pengelolaan bantuan gizi sekolah (midday rice) berbasis komunitas masjid di Thailand Selatan. Sementara itu, Satria Abadi memaparkan materi mengenai happy teacher effect dan menyarankan strategi smart delegation untuk memangkas beban pelaporan administratif agar guru memiliki ruang luas untuk berinovasi di kelas.

"Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan konferensi ini sebagai wujud upaya terus-menerus kami dalam meneguhkan keunggulan prodi menuju rekognisi global. Diskusi mengenai kesejahteraan guru dan gizi anak ini terbukti menambah perspektif global dalam pendidikan guru MI, khususnya tentang bagaimana menyiapkan generasi masa depan yang tangguh dan beretika,"

— Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd. (Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga)

Substansi utama panel ini menegaskan bahwa kestabilan emosional guru dan pemenuhan gizi seimbang merupakan variabel krusial yang berdampak langsung pada capaian akademis siswa.

Sesi debat panel menjadi semakin dinamis saat para peserta merespons kebijakan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Pemerintah Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Satria Abadi memberikan pandangan objektif bahwa program tersebut sangat bagus, namun tata kelola logistiknya harus dievaluasi berkala dan dapat mencontoh manajemen dapur higienis terintegrasi di sekolah-sekolah Eropa seperti Belanda agar implementasinya tepat sasaran.


Sebagai penutup rangkaian konferensi, panitia mengarahkan peserta untuk masuk ke dalam delapan ruang presentasi paralel guna mempresentasikan artikel riset mereka secara mendalam. Output akhir dari kegiatan ini adalah pengumpulan full paper hasil penelitian kolaboratif internasional yang akan dipublikasikan pada jurnal ilmiah bereputasi, sekaligus menjadi sumbangsih nyata dalam menyelesaikan isu-isu pendidikan global.