Yogyakarta, 29 Oktober 2026 — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Pembinaan Pegawai bertema “Kampus Sehat: Penguatan Literasi dan Pencegahan Kekerasan Seksual” pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang 212 FITK ini menghadirkan Muhammad Qowim, M.Ag., dosen UIN Sunan Kalijaga, sebagai narasumber dan diikuti oleh dosen serta tenaga kependidikan di lingkungan fakultas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan pegawai untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang sehat, aman, dan mendukung pelaksanaan kegiatan akademik maupun pelayanan administratif.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik FITK UIN Sunan Kalijaga, Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I., menekankan pentingnya penguatan literasi sebagai bagian dari pengembangan budaya akademik yang sehat. Lingkungan pendidikan tidak hanya perlu mendukung pencapaian akademik, tetapi juga membangun kesadaran, etika, dan tanggung jawab seluruh sivitas akademika dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan saling menghormati.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FITK UIN Sunan Kalijaga, Dr. Winarti, S.Pd., M.Pd.Si., menyoroti pentingnya kolaborasi seluruh unsur fakultas dalam membangun lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan seksual. Upaya pencegahan memerlukan kepedulian bersama, pemahaman yang memadai, serta komitmen untuk menjaga hubungan profesional dan menghormati hak setiap individu.
Kepala Bagian Tata Usaha FITK UIN Sunan Kalijaga, Hj. Ratna Eryani, S.Ag., turut menekankan peran tenaga kependidikan dalam mendukung terwujudnya kampus sehat melalui pelayanan yang profesional, komunikasi yang baik, serta lingkungan kerja yang kondusif. Pembinaan pegawai menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan suasana kerja dan pelayanan akademik yang aman, nyaman, serta berintegritas.
Melalui materi yang disampaikan oleh Muhammad Qowim, M.Ag., peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai penguatan literasi dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Kesadaran untuk mengenali potensi kekerasan, memahami pentingnya pencegahan, dan membangun sikap saling menghormati merupakan bagian penting dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat.