Yogyakarta – Pusat Studi Pendidikan Sains dan Matematika (COSMIC) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan International Academic Synergy Talkshow bertajuk “PISA through a STEM Lens: Translating Theory into Real-World Solutions” pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Teatrikal Lantai 1 FITK UIN Sunan Kalijaga ini menjadi forum akademik untuk memperluas wawasan mengenai pengembangan pendidikan sains dan matematika melalui pendekatan STEM serta relevansinya dengan tantangan pendidikan masa kini.
Mengusung tema yang menekankan penerjemahan teori menjadi solusi nyata, talkshow ini mengangkat pentingnya menghubungkan hasil asesmen pendidikan internasional, pendekatan pembelajaran STEM, dan penerapannya dalam proses pembelajaran. Forum tersebut juga membuka ruang pertukaran gagasan antara akademisi Indonesia dan Malaysia mengenai pengembangan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada kemampuan peserta didik dalam menggunakan pengetahuan untuk menghadapi persoalan di kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Universiti Sains Malaysia (USM), yakni Dr. Muaz bin Mohd Zaini Makhtar dan Dr. Nor Asniza Ishak. Keduanya berbagi forum akademik dengan Jamil Suprihatiningrum, Ph.D., sebagai dosen internal UIN Sunan Kalijaga. Diskusi dipandu oleh Dr. Sumbaji Putranto, M.Pd., yang bertindak sebagai moderator. Kehadiran akademisi dari dua institusi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dialog ilmiah dan membangun perspektif yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan sains dan matematika.
Menghubungkan PISA dengan Pendekatan Pembelajaran STEM
Programme for International Student Assessment (PISA) merupakan program asesmen internasional yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk menilai kemampuan peserta didik berusia sekitar 15 tahun dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan membaca, matematika, serta sains dalam berbagai konteks kehidupan. PISA tidak hanya menekankan kemampuan mengingat informasi atau menyelesaikan soal rutin, tetapi juga menilai bagaimana peserta didik menggunakan pengetahuan untuk memahami situasi, menalar, dan memecahkan persoalan.
Dalam konteks tersebut, pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) menawarkan perspektif pembelajaran yang menghubungkan berbagai disiplin ilmu. Pembelajaran STEM mendorong peserta didik untuk memahami keterkaitan konsep sains dan matematika dengan teknologi serta proses rekayasa melalui kegiatan penyelidikan, perancangan, pengujian, dan pemecahan masalah.
Keterkaitan PISA dan STEM menjadi penting karena kemampuan yang diukur melalui asesmen internasional tersebut memiliki relevansi dengan tujuan pembelajaran yang mendorong penerapan pengetahuan dalam situasi nyata. Peserta didik diharapkan tidak hanya memahami rumus, teori, atau konsep, tetapi juga mampu menentukan strategi penyelesaian masalah, membaca informasi, menganalisis bukti, serta menarik kesimpulan berdasarkan penalaran yang tepat.
Melalui tema “PISA through a STEM Lens: Translating Theory into Real-World Solutions”, kegiatan ini menempatkan hubungan antara kerangka konseptual dan praktik pembelajaran sebagai salah satu isu penting untuk didiskusikan. Perspektif STEM dapat membantu pendidik merancang pengalaman belajar yang lebih kontekstual, misalnya melalui persoalan lingkungan, penggunaan energi, pengelolaan sumber daya, atau fenomena sains yang dijumpai peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, pembelajaran sains dan matematika memiliki peluang untuk dikembangkan secara lebih bermakna. Peserta didik tidak hanya mempelajari konsep secara terpisah, tetapi juga memahami bagaimana konsep tersebut saling berkaitan dan dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena serta menyelesaikan persoalan yang kompleks.
Memperkuat Kolaborasi Akademik Indonesia–Malaysia
Kehadiran narasumber dari Universiti Sains Malaysia memberikan dimensi internasional pada kegiatan ini. Pertemuan akademisi dari Indonesia dan Malaysia membuka kesempatan untuk memperluas pertukaran perspektif mengenai tantangan, pendekatan, dan peluang pengembangan pendidikan sains dan matematika dalam konteks yang beragam.
Kolaborasi lintas negara menjadi penting karena perkembangan pendidikan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan teknologi, kebutuhan keterampilan abad ke-21, dan tuntutan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata mendorong institusi pendidikan untuk terus mengevaluasi serta mengembangkan pendekatan pembelajaran yang digunakan.
Forum seperti International Academic Synergy Talkshow dapat menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, memperluas jejaring akademik, dan mengidentifikasi peluang kerja sama dalam pengajaran maupun pengembangan kajian pendidikan. Pertukaran pengalaman antarakademisi juga dapat memperkaya cara pandang dalam memahami bagaimana pendekatan pembelajaran diterapkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan karakteristik lingkungan pendidikan masing-masing.
Bagi FITK UIN Sunan Kalijaga, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan atmosfer akademik yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kolaborasi internasional. Interaksi dengan akademisi dari luar negeri diharapkan dapat memperluas wawasan sivitas akademika serta mendorong pengembangan gagasan yang relevan dengan peningkatan mutu pendidikan.
Mendorong Sinergi Lintas Disiplin di Lingkungan FITK
Pendekatan STEM memiliki keterkaitan erat dengan berbagai bidang keilmuan yang dikembangkan di FITK UIN Sunan Kalijaga, khususnya Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, dan Pendidikan Biologi. Keempat bidang tersebut memiliki ruang kolaborasi yang luas dalam mengembangkan pembelajaran yang mengintegrasikan konsep, keterampilan berpikir, dan penerapan pengetahuan.
Dalam praktiknya, persoalan di kehidupan nyata jarang dapat dipahami hanya melalui satu disiplin ilmu. Permasalahan lingkungan, misalnya, dapat melibatkan pemahaman biologi dan kimia, pengukuran matematis, serta prinsip fisika. Integrasi perspektif tersebut memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk melihat hubungan antarkonsep sekaligus mengembangkan kemampuan analitis dan pemecahan masalah.
Oleh karena itu, sinergi lintas disiplin menjadi salah satu aspek yang relevan untuk terus dikembangkan dalam pendidikan sains dan matematika. Calon pendidik perlu memperoleh wawasan mengenai bagaimana berbagai konsep dapat dihubungkan melalui aktivitas pembelajaran yang kontekstual, tanpa mengabaikan kedalaman materi dan karakteristik masing-masing disiplin ilmu.
Keterlibatan mahasiswa dari bidang Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, dan Pendidikan Biologi dalam kegiatan ini juga memperlihatkan relevansi forum tersebut bagi lingkungan akademik FITK. Mahasiswa sebagai calon pendidik perlu mendapatkan ruang untuk mengenal perkembangan wacana pendidikan, berdialog dengan akademisi, dan memperluas pemahaman tentang berbagai pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah.
COSMIC sebagai Ruang Pengembangan Kajian Pendidikan Sains dan Matematika
Sebagai Pusat Studi Pendidikan Sains dan Matematika di bawah FITK UIN Sunan Kalijaga, COSMIC memiliki ruang strategis untuk mendorong pengembangan kajian akademik, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi lintas disiplin dalam bidang pendidikan sains dan matematika.
Penyelenggaraan International Academic Synergy Talkshow mencerminkan pentingnya menghadirkan forum akademik yang menghubungkan perkembangan teori pendidikan dengan kebutuhan praktik pembelajaran. Melalui kegiatan semacam ini, isu-isu pendidikan dapat dibahas secara lebih luas dengan melibatkan perspektif akademisi, pendidik, dan mahasiswa.
Semangat “Synergy Across Disciplines, Building the Mosaic of Knowledge” yang diusung dalam kegiatan ini menegaskan bahwa pengembangan pengetahuan membutuhkan keterhubungan antardisiplin dan keterbukaan terhadap beragam perspektif. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam merespons tantangan pendidikan sekaligus mengembangkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Melalui kegiatan ini, COSMIC FITK UIN Sunan Kalijaga turut memperkuat ruang dialog akademik yang menghubungkan pendidikan sains dan matematika dengan perkembangan kajian internasional. Ke depan, kolaborasi dan pertukaran gagasan semacam ini diharapkan dapat terus mendorong inovasi pembelajaran, memperluas jejaring akademik, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan sains dan matematika di Indonesia. (Humas FITK)