Dilihat 0 Kali

04_782_IMG_0301-170kb.jpg

Selasa, 20 Oktober 2026 13:59:00 WIB

Kembangkan Model HARMONI, Willa Putri Teliti Strategi Holistik untuk Mengurangi Stres Akademik Mahasiswa Calon Guru MI/SD

YOGYAKARTA — Willa Putri, mahasiswa Program Doktor Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengembangkan model intervensi holistik bernama HARMONI untuk membantu mengurangi stres akademik mahasiswa calon guru Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar (MI/SD). Penelitian tersebut dituangkan dalam disertasi berjudul “Pengembangan Model Intervensi Holistik HARMONI untuk Mengurangi Stres Akademik Mahasiswa Calon Guru MI/SD” yang dipertahankan dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor pada Selasa, 13 Oktober 2026, pukul 09.00–11.00 WIB, di PPG-3-AULA.

Dalam ujian terbuka tersebut, Prof. Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. bertindak sebagai ketua sidang sekaligus penguji. Sidang juga melibatkan Dr. Sintha Sih Dewanti, S.Pd.Si., M.Pd.Si. sebagai sekretaris, Prof. Dr. H. Suyadi, S.Ag., M.A. dan Dr. Raden Rachmy Diana, S.Psi., M.A., Psi. sebagai pembimbing dan penguji, serta tim penguji yang terdiri atas Dr. Suprapti, S.Pd., M.Pd. dari UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai penguji eksternal, Prof. Dr. Nurus Sa’adah, S.Psi., M.Si., Psi., Prof. Dr. Hj. Sri Sumarni, M.Pd., dan Dr. Shaleh, S.Ag., M.Pd., CM., CRMP.

Sebagai fakultas yang menaungi Program Doktor PGMI, FITK UIN Sunan Kalijaga menjadi bagian dari lingkungan akademik tempat penelitian dan pengembangan keilmuan pendidikan guru tersebut berlangsung. Penelitian Willa mengangkat persoalan yang relevan dengan pendidikan calon guru, yakni kebutuhan untuk mengelola tekanan akademik sekaligus membangun kesiapan diri dalam menghadapi tuntutan profesi pendidik.

Mahasiswa calon guru MI/SD menghadapi beragam tuntutan, mulai dari perkuliahan, penyelesaian tugas, presentasi, praktik mengajar, hingga penyusunan perangkat pembelajaran. Mereka juga perlu menguasai lima bidang mata pelajaran pokok di tingkat MI/SD, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Matematika, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Perkembangan pembelajaran digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), turut menuntut kemampuan adaptasi yang semakin baik.

Berangkat dari persoalan tersebut, Willa mengembangkan Model HARMONI, singkatan dari Holistic Academic Resilience Model through Mindfulness and Integrated Coping. Model ini menggabungkan pendekatan psikologis dan spiritual untuk membantu mahasiswa mengenali sumber stres, mengelola masalah, mengatur respons emosional, serta menemukan pemaknaan ketika menghadapi tekanan akademik.

HARMONI terdiri atas empat komponen utama. Pertama, mindfulness, yaitu kemampuan menyadari kondisi diri, pikiran, perasaan, dan tekanan yang sedang dihadapi. Kedua, Problem-Focused Coping (PFC), yakni strategi untuk mengidentifikasi dan menangani sumber masalah secara konstruktif. Ketiga, Emotion-Focused Coping (EFC), yang membantu mahasiswa mengelola respons emosional. Keempat, Islamic Religious Coping (IRC), yaitu pemanfaatan nilai dan praktik keagamaan untuk memperkuat pemaknaan spiritual dalam menghadapi tantangan.

Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian melibatkan mahasiswa Program Studi PGMI Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dokumentasi, serta pengukuran sebelum dan sesudah intervensi (pre-test dan post-test).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dan materi intervensi yang dikembangkan memperoleh penilaian kelayakan dari para ahli. Uji kepraktisan menghasilkan skor 98,47 persen. Sementara itu, pengujian terhadap 30 mahasiswa menunjukkan bahwa rata-rata skor stres akademik turun dari 130,17 sebelum intervensi menjadi 64,73 setelah intervensi. Analisis paired sample t-test menghasilkan nilai t sebesar 28,608 dengan derajat kebebasan 29 dan nilai p kurang dari 0,001. Hasil ini menunjukkan penurunan skor stres akademik yang signifikan setelah peserta mengikuti intervensi HARMONI.

Temuan kualitatif turut menggambarkan perubahan dalam pengalaman mahasiswa, antara lain meningkatnya kesadaran terhadap sumber stres akademik, kemampuan mengelola masalah dan respons emosional, pemaknaan spiritual ketika menghadapi tekanan, serta keterbukaan dan keterhubungan sosial. Hasil tersebut memperlihatkan potensi pendekatan holistik yang tidak hanya berfokus pada tuntutan akademik, tetapi juga memperhatikan dimensi emosional, sosial, dan spiritual mahasiswa.

Dalam konteks pendidikan tinggi, pengembangan model seperti HARMONI dapat menjadi salah satu rujukan bagi program studi pendidikan guru dalam merancang pendampingan akademik, layanan bimbingan dan konseling, maupun program pengembangan diri mahasiswa. Pendekatan ini menempatkan kesejahteraan mahasiswa sebagai salah satu aspek penting dalam proses pembentukan calon pendidik yang mampu menghadapi beragam tuntutan pembelajaran.

Meski demikian, hasil efektivitas penelitian perlu dipahami sesuai dengan desain yang digunakan, yaitu pengukuran satu kelompok sebelum dan sesudah intervensi. Temuan tersebut menunjukkan adanya perubahan signifikan pada kelompok peserta, tetapi belum dengan sendirinya membuktikan keunggulan HARMONI dibandingkan intervensi lain atau kelompok pembanding.

Melalui disertasi ini, Willa Putri memberikan kontribusi pada pengembangan intervensi stres akademik bagi mahasiswa calon guru MI/SD melalui integrasi kesadaran diri, strategi pemecahan masalah, pengelolaan emosi, dan penguatan spiritual. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi kajian lanjutan serta pengembangan program pendampingan mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya dalam pendidikan calon guru.