Dilihat 0 Kali

04_328_jjj.jpg

Senin, 18 Mei 2026 12:02:00 WIB

FITK UIN Sunan Kalijaga Perkuat Internasionalisasi Pendidikan melalui International Joint Seminar II di Malaysia

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan internasionalisasi pendidikan tinggi melalui partisipasi aktif dalam International Joint Seminar II yang diselenggarakan di Universiti Pendidikan Sultan Idris pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan bertema “Technology, Good Governance and The Future of Education” ini menjadi bagian dari program kolaborasi internasional yang melibatkan berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan, di antaranya Universiti Pendidikan Sultan Idris, Universitas Negeri Semarang, Universitas Lampung, Universitas Cenderawasih, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Negeri Yogyakarta.

Kegiatan yang berlangsung di Faculty Human Development UPSI tersebut menghadirkan akademisi, dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam forum ilmiah internasional yang berfokus pada pengembangan pendidikan berbasis teknologi, penguatan tata kelola pendidikan, serta inovasi pembelajaran di era global. Seminar ini menghadirkan keynote speaker dari berbagai institusi, di antaranya ASSC. Prof. Dr. Hafizul Fahri dari UPSI, Dr. Winarti, M.Pd.Si dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta Dr. Arif Hidayat, Ph.D.Ed dari Universitas Pendidikan Indonesia.

Partisipasi FITK UIN Sunan Kalijaga dalam kegiatan ini sejalan dengan visi fakultas untuk menjadi fakultas unggul dan kompetitif di tingkat internasional dalam pengembangan pendidikan berbasis integrasi-interkoneksi. Melalui forum akademik internasional ini, FITK tidak hanya memperluas jejaring kerja sama global, tetapi juga mendorong penguatan budaya akademik, peningkatan kualitas riset, serta pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan tantangan pendidikan abad ke-21 yang semakin dinamis dan multidisipliner.

International Joint Seminar II juga menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai perspektif akademik lintas negara dalam merespons isu transformasi pendidikan di era digital. Diskusi yang berlangsung dalam seminar menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran, tata kelola pendidikan yang adaptif, serta penguatan nilai-nilai humanistik dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan digitalisasi pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan masa depan tidak hanya berorientasi pada inovasi teknologi, tetapi juga pada penguatan karakter, etika, dan keberlanjutan sistem pendidikan global.

Selain mengikuti seminar internasional, peserta juga terlibat dalam berbagai agenda akademik lainnya, seperti presentasi hasil penelitian internasional dan observasi praktik pendidikan di Malaysia. Salah satu penelitian yang dipresentasikan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan tema Cognitive Consequences of Short-Form Video Exposure in Children. Presentasi tersebut memperoleh apresiasi positif dari peserta seminar dan pihak fakultas UPSI karena dinilai relevan dengan isu perkembangan pendidikan dan teknologi digital pada anak, khususnya dalam memahami dampak media digital terhadap perkembangan kognitif generasi masa kini.

Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam konteks global, khususnya pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi internasional. Kehadiran dosen dan mahasiswa dalam forum internasional seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas akademik, memperluas wawasan interkultural, serta memperkuat kemampuan komunikasi ilmiah di tingkat global. Tidak hanya itu, pengalaman akademik lintas negara juga menjadi sarana strategis dalam membangun kepercayaan diri mahasiswa untuk tampil sebagai bagian dari komunitas akademik internasional.

Sebagai bagian dari penguatan keberlanjutan program internasional, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai forum akademik sesaat, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antarperguruan tinggi. Ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat dikembangkan dalam bentuk penelitian bersama (joint research), publikasi internasional bereputasi, pertukaran mahasiswa dan dosen (student and lecturer exchange), pengabdian masyarakat internasional, hingga pengembangan kurikulum berbasis global dan program mobilitas akademik lintas negara.

Melalui kegiatan ini, FITK UIN Sunan Kalijaga menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif membangun ekosistem akademik internasional yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada inovasi. Partisipasi dalam International Joint Seminar II sekaligus menjadi langkah konkret dalam memperkuat rekognisi global fakultas serta mendukung terwujudnya sumber daya manusia pendidikan yang unggul, adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pendidikan di tingkat nasional maupun internasional.