Dengan Prokes Ketat, 218 Guru Ikuti UP PPG di UIN Suka

Sebanyak 218 guru di lingkungan Kemenag mengikuti Ujian Pengetahuan (UP) susulan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di UIN Sunan Kalijaga selama Sabtu dan Minggu (12-13 Desember 2020). Mereka berasal dari Jateng dan DIY yang belum lulus pada UP tahun sebelumnya. Para peserta diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulang pada tahun ini dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, kata Dr. Sri Sumarni, penanggung jawab kegiatan sekaligus Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga. Bagi peserta UP yang tidak bisa menunjukkan hasil rapid test non reaktif tidak diperkenankan mengikuti ujian. Ada dua peserta yang ketahuan reaktif yang diminta untuk pulang kembali meskipun mereka sudah sampai di tempat tes, tambah Sumarni.
Pada hari pertama, sebanyak 157 peserta dijadwalkan mengikuti ujian di hari pertama, yang dibagi ke dalam sesi pagi dan siang, 21 di antaranya dinyatakan absen karena alasan kesehatan. Sedangkan di hari kedua, 61 guru dinyatakan hadir dan 2 orang absen. Bagi para guru yang tidak bisa mengikuti UP karena alasan kesehatan, masih diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian susulan oleh Kemenag yang akan ditentukan kemudian.
UP merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan PPG, di samping Ujian Kinerja (Ukin) yang berupa praktek pembelajaran di sekolah atau madrasah. Selama mengikuti UP, peserta harus menjawab 120 soal selama 3 jam melalui computer based test yang terkoneksi langsung dengan server Kemdikbud. Para peserta terdiri dari guru PAI, guru kelas MI, PAUD, Agama Hindu, Budha dan Kristen. Mereka telah mengikuti PPG pada tahun sebelumnya, namun belum dinyatakan lulus UP, sehingga diberikan kesempatan untuk mengikuti UP ulang. Ibnu Mustolih, peserta dari Banyumas berharap bisa lulus pada ujian kali ini, karena sudah ikut UP dua kali. Dr. Mutohhar dari UIN Semarang yang bertindak sebagai penyelia, mengapresiasi kelancaran kegiatan UP yang berlangsung selama dua hari ini. Kegiatan ini juga dimonitor secara langsung oleh Musthofa Fahmi, M.Ed selaku Kasi Bina Guru MI dan MTs, dan Nur Rachma Ariani, S.I.Kom, JFU subdit PAI PTU Direktorat PAI Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI.