Jumat, 3 November 2017 09:10:45 WIB Dilihat : 185 kali

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta adakan International Student Exchange Program 2017

Salah satu bentuk kegiatan yang mendukung Program World Class Univeristy UIN Sunan Kalijaga yaitu dengan meningkatkan kerjasama Internasional dengan melaksanakan berbagai kunjungan akademik ke salah satu universitas terbaik dunia. Oleh karena itu, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Sunan Kalijaga,Yogyakarta menyelenggarakan International Student Exchange 2017. Kegiatan yang diselenggarakan pihak fakultas tersebut merupakan bentuk komitmen mutu pendidikan dalam menjalin kerjasama dengan universitas luar negeri munuju World Class Univeristy khususnya peningkatan pengalam Internasional mahasiswa, riset/penelitian Internasional, dan publikasi kerjasama publikasi jurnal Internasional. Kegiatan yang dimulai dari 30 Oktober – 2 November 2017 tersebut telah mengunjungi kampus terbaik di Malaysia yaitu Universitas Malaya (UM), Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), dan Institut Pendidikan Guru (IPG), Malaysia.

Kegiatan yang diikuti oleh Fakultas bersama 20 mahasiswa dari berbagai delegasi Jurusan/Prodi PAI, PBA, PIAUD, PGMI, dan MPI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga. Selain itu, kegiatan tersebut bersamaan dengan kegiatan Praktik Pelatihan Manajerial (PPM) Prodi Pendidikan Guru Madrsah Ibtidaiyah (PGMI) FITK yang diikuti sekitar 44 mahasiswa. Kegiatan tersebut juga didampingi oleh Dr. Ahmad Arifi, M.Ag selaku Dekan FITK dan para dosen pendamping dari FITK. Karena kegiatan tersebut diharapkan mampu mendongkrak budaya akademik di fakultas dan Kampus UIN khususnya dalam penulisan Jurnal terpubilkasi Internasional. Sehingga dosen-dosen pendamping juga sangat antusias sepeti Dr. Aninditya Sri Nugraheni, M. Pd selaku Kaprodi PGMI. “kegiatan semacam ini sangat perlu digiatkan guna meningkatkan pengalaman akademik mahasiswa didunia Internasional, juga menjalin kerjasama dengan kampus terbaik diluar negeri seperti publikasi jurnal Internasional dan riset Internasional sehingga mutu kualitas mahasiswa, dosen, dan kampus UIN semakin meningkat lebi baik” Dr. Aninditya Sri Nugraheni, M. Pd selaku Kaprodi PGMI.

Kunjungan pertama ke Universitas Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia dilaksanakan tanggal 31 Oktober 2017 dengan berbagai agenda keakademikan. Salah satunya yaitu Seminar Internasional yang dilaksanakan di Fakultas Pendidikan, Universitas Malaya. Poniman selaku narasumber seminar membawakan tema “Effect of Knowledgeable Learning on the Value of Local Wisdom and Nationality Values on the Subject of Islamic Religious Education and Character to Multicultural Attitudes of Students." yang merupakan hasil risetnya di SMA N 1 Yogyakarta. Dalam forum seminar Internasional tersebut, Poniman menyampaikan akan pentingnya penanaman pendidikan karakter, nasionalisme, sikap toleran, dan Islam yang Rahmatan lil’alamin melalui kearifan lokal dan semangat cinta tanah air yang harus saling diselaraskan dalam pendidikan Agama Islam sebab, isu mengenai intoleran, radikalisme, ISIS, dan isu SARA lainya telah mengancam keutuhan dan mengganggu kedaulatan NKRI.

Selain itu, Poniman juga membawakan pementasan dan pengenalan Wayang Pandawa Lima yang merupakan bentuk aplikasi hasil riset tersebut. Melalu pengenalan budaya lokal dan nilai kearifan lokal pada generasi penerus bangsa para pelajar dan mahasiswa akan mampu meningkatkan cinta tanah air dan religius yang lebih toleran sebagaimana strategi dakwah Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam ditanah Jawa melalui Kebudayaan Wayang khususnya.

Pada kunjungan berikutnya yaitu ke Institut Pendidikan Guru (IPG), Malaysia pada 31 Oktober 2017 dengan dilaksanakan seminar pendidikan. Berbagai prestasi dan program unggulan dari kampus IPG menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta khususnya dalam pengembangan ketrampilan dan keguatan kemahasiswaan. Kunjungan dihari berikutnya Rabu, 1 November 2017 dilaksanakan di Universitas Kebangsaan Malaysia dengan dilakukan seminar pendidikan dan pementasan tarian dari mahasiswa Indonesia. Selain sebagai duta Mahasiswa dalam bidang keakademikan, peserta Student Exchange juga harus mampu menjadi duta Kebudayaan bangsa Indonesia. Salah satunya, Poniman mementaskan Tarian Kuda Lumping dengan kolaborasi tarian Wayang guna mengenalkan pesona budaya bangsa yang sangat beraneka ragam pada dunia Internasional. Elain itu, persembahan tarian tradisional dari mahasiswi Prodi PGMI. Kegiatan dihari terakhir yaitu kunjungan ke Istana Negara guna melihat pusat pemerintahan dan persiapan ke bandara Kuala Lumpur untuk terbang kembali lagi ke Indonesia dengan membawa pengalaman dan segudang Ilmu untuk siap diaplikasikan di Indonesia.

Dari berbagai kunjungan dikampus salah satu terbaik di Malaysia peserta International Student Exhange 2017 mendapat pengalaman yang sangat luarr biasa dan kagum pada budaya akademik dikampus. Seperti budaya riset dan publikasi junal Internasional sangat digiatkan. Selain itu, peningkatan mutu pendidikan menjadi program utama pemerintah khususnya dalam meningkatkan kompetensi guru dan kesejahteraan guru sangat dihargai dinegeri Jiran tersebut.

(Ditulis oleh: Poniman, Pemerhati Pendidikan Indonesia dan Direktur LSKP Al Fikri Society, Kab. Kebumen)

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom