Selasa, 9 Mei 2017 08:05:03 WIB Dilihat : 203 kali

Kiai adalah sosok pemimpin/leader yang sangat kharismatik dengan segala karomahnya, dalam sebuah lembaga pendidikan Islam yaitu pesantren. Sehingga peran sang kiai sangat kuat dalam menjaga dan memelihara eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam ditengah kuat arus modernitas dan globalisasidi era modern. Kewibawaan sang kiai tak lepas dari kesalehan, keturunan (geneologis), dan jumlah santrinya. Problemnya bagaimana menjaga dan membentuk sosok kiai yang kharismatik dan memiliki pengaruh yang besar terhadap pembentukan karakter santri dan lingkungan pesantren yang religius.

Hal ini menjadi kajian utama Zainal Arifin dalam disertasinya yang berjudul “Kepemimpinan Spiritual Pesantren Temboro (Strategi Kebudayaan Kiai dalam Membentuk Perilaku Religius)”, sehingga mengantarkannya meraih Gelar Doktor. Dalam ujian terbuka promosi doktor yang dilaksanakan Jumat, 5 Mei 2017 di Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Dengan tim penguji antara lain Dr. Phil. Sahiron, M.A. (Sekertaris Sidang), Prof. Dr. H. Maragustam, M.A. (Promotor), Dr. Muqowim, M.Ag. (Promotor), Prof. Dr. Dudung Abdurohman, M.Hum. (Penguji), Ahmad Zainal Arifin, M.A., Ph.D (Penguji), Dr. Mohammad Sodik, S.Sos., M.Si. (Penguji).

Dalam presentasi di depan anggota tim ujian terbuka promosi doktor yang dipimpin Rektor UIN Sunan Klaijaga Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. Presentasi Zainal Arifin, M.S.I mendapat apresiasi dari tim penguji sehingga dari hasil sidang terbuka mendapat nilai Sangat Memuaskan dan berhak menyandang gelar Doktor dalam Ilmu Studi Islam konsentrasi Kependidikan Islam. Zainal Arifin, M.S.I merupakan lulusan sekolah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga yang mendapat gelar doktor ke 557.

Dikirim oleh: Poniman

(Aktivis dan Pemerhati Pendidikan dan Founder LSKP Al Fikri Society Indonesia)

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom