Mahasiswi FITK menjadi Bagian Pelopor Perdamaian Dunia di Pakistan

“Perdamaian hanya akan bisa terwujud jika pemuda turut andil dalam mewujudkannya”, Tawakkol Karman pemenang Nobel Perdamaian 2011. Inspirasi tersebut yang membuat Mike Yunita, mahasiswi Prodi PAI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta merasa sangat terhormat menjadi salah satu dari dua delegasi Indonesia pada kegiatan International Youthopia Summit 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus – 1 September 2019 di Iqra University, Karachi-Pakistan. Konferensi Internasional ini menitikberatkan pada peran pemuda sebagai agen perdamaian dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia melalui kesetaraan hak asasi manusia.

Konferensi Internasional ini dihadiri oleh kurang lebih 52 delegasi yang berasal dari berbagai negara seperti Pakistan, Indonesia, China, Kenya, Inggris, Jepang, dan Spanyol. Latar belakang delegasi yang berpartisipasi dalam konferensi ini juga sangat beragam mulai dari akademisi, professional hingga aktivis NGO internasional. Sehingga menjadi peluang besar bagi Mike untuk menjalin relasi dan kerjasama dengan masyarakat internasional.

Terdapat beberapa pembahasan dan materi pada Konferensi Internasional tersebut, mulai dari pembahasan seputar agenda negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mewujudkan misi Pembangunan Berkelanjutan negara-negara di dunia melalui program Sustainable Development Goals (SDGs), sampai peran lembaga pendidikan formal, informal, dan non-formal dalam menanamkan nilai-nilai perdamaian sejak dini.

Pada sesi Spotlight, Mike berkesempatan mewakili masyarakat yang menjadi korban atas intoleransi yang terjadi di Indonesia untuk berbicara dan menyuarakan hak-hak mereka kepada masyarakat global sekaligus mengajak para pemuda untuk bekerjasama dalam mensukseskan agenda perdamaian dunia. Kemudian pada sesi Cultural Night, Mike dan Eka Dharmayudha salah seorang peserta yang lain dari Sekolah Tinggi Hukum Bandung diberi kesempatan untuk merepresentasikan Indonesia dengan memperkenalkan keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia dengan tagline khas Kementerian Pariwisata Indonesia “Wonderful Indonesia” dihadapan delegasi berbagai negara. “Presentasi kami mendapat respon yang sangat luar biasa, banyak dari delegasi berbagai negara yang semakin penasaran dan berniat untuk mengunjungi Indonesia dalam waktu dekat”, tegas Mike dalam mengekspresikan kebahagiaannya.

Pesan yang bisa diambil dalam kegiatan ini bahwa peran pemuda sangat dibutuhkan dalam mewujudkan agenda perdamaian dunia, dan perdamaian bukan hanya tentang ketiadaan perang melainkan juga tentang sikap saling menghargai, toleransi, dan terwujudnya hubungan yang harmonis antar manusia serta alam.

ZeHa